Minggu, 18 Desember 2011

true story


Pada suatu hari hiduplah tiga orang sahabat bernama Ana , Ani dan Ina mereka kini duduk di bangku kelas 2 SMA. Saat kelas 1 SMA Ana dan Ina mendapati diri mereka sekelas. Awal pertemuan mereka karena dilatarbelakangi oleh asal SMP mereka yang sama. Hahhaa lucunya , secara tidak sadar mereka telah terhubung satu sama lain sejak dulu jauh sebelum mereka bisa bersahabat kini. 

Jika di uraikan dahulu Ina merupakan anak dari guru yang mengajar di SMP tersebu, sebut saja beliau Pa Dudu naah ternyata Pa Dudu ini dulunya adalah guru sekaligus wali kelas Ana saat duduk di bangku kelas 1 SMP. Di lain pihak orangtua Ana ternyata sudah mengenali orangtua Ani dan sebenarnya orangtua Ana sering bertanya mengenai Ani kepada Ana , namun Ana selalu menjawab mengetahui Ani tapi tidak mengenalinya.
Hubungan Ani dan Ina adalah Ani mengenali Pa Dudu yang merupakan orangtua Ina dan juga mengetahui anaknya yaitu Ina namun sama seperti Ana, Ina pun hanya mengetahui Ani dan jika mereka bertemu atau berpapasan pasti mereka hanya saling tersenyum.

DUNIA INI SEMPIT !!!!!!!!!!!!!!!

Dan ketika mereka semua sudah menjadi murid SMA , mereka berkenalan lalu menjalin hubungan yang sangat erat hingga kini mereka selalu mengabarkan satu sama lain , berbagi cerita , berkeluh kesah bersama , dan selalu pulang sekolah bersama.

Satu tahun pun berlalu dan konflik mulai muncul saat ini. Ketika mereka sudah duduk di bangku kelas 2 SMA , tugas semakin banyak , tuntutan personal makin meningkat dan tentunya pelajaran semakin berat. Itu semua menjadi hal yg paling dasar sehingga membuat hubungan mereka sedikit renggang. Belum lagi ditambah kesibukan dari Ani yang makin menjadi sehingga Ana dan Ina tidak bisa pulang bersama , bertiga seperti dahulu.

Sudah dua minggu terakhir ini Ana dan Ina hanya pulang berdua saja , entah mengapa hubungan mereka makin hari makin renggang. Memang komunikasi tetap seperti biasa namun tanpa disadari Ina sering menceritakan ketidaksenangannya terhadap sikap Ani yang berubah kepada Ana dan ternyata Ana memiliki perasaan yang sama. Akhirnya setiap pulang sekolah mereka selalu membicarakan Ani dan semua perubahannya yang semakin hari semakin tidak disenangi Ana dan Ani.

Hari ini ada kemungkinan besar Ani bisa pulang bersama kembali , namun sayang Ana tidak bisa pulang bersama mereka karena harus menyelesaikan tugasnya yang sudah mendekati deadline. Alhasil Ina hanya pulang berdua dengan Ani , perasaaan tidak enak hati menerpa Ana karena disaat mereka bisa pulang bersama namun  dirinya masih harus berkutik dengan tugas.

Hal yang tak terduga terjadi keesokan harinya , disaat Ana sedang ngobrol dengan Ina dan hendak bertanya mengenai perjalanannya pulang dengan Ani.

Ana      : gimana , kemarin pulang sama Ani? maaf yaa ga bisa bareng
Ina       : yaa gitu aja ,
Ana      : ohh , iyaa Ina aku tuuh yaa …………

Belum selesai berbicara , Ina sudah memotong pembicaraan dengan berkata ,

Ina       : ihh tau yaa kemarin aku pulang bareng Ani jadi malah kebawa ngomongin kamu looh
Ana      : hahh , gimana?
Ina       : iyaaa , jadi aku tuuh malah kebawa suasana ngomongin kamu sama Ani gtu padahal kemarin aku baru aja ngomongin Ani sama kamu

JLEEEEEBBB !!!
Saat itu perasaan Ana seperti dibolak balik , Ana tak bisa berkata apa apa dan hanya terdiam tak bisa mengomentari apa yang dikatakan Ina. Ana ingin menangis  tapi tak mungkin detik itu juga , Ana tak menyangka mengapa Ina mampu berbuat seperti itu. Perasaannya seperti ditusuk , bagaimana tidak sebelumnya Ina sudah satu suara dengannya yang sedang kesal dengan Ani namun hanya karena Ina pulang dengan Ani , Ina membicarakan kekesalannya dengan Anan kepada Ani. :(((((((

Dan mulai hari itu Ana hanya terdiam , sepulang sekolah ia bercerita dengan Kim orang yang paling Ana sayangi dan menurutnya tepat untuk dijadikan tempat mengadu. Tak kuasa air mata mengalir deras dari sudut matanya , rasa kesal , kecewa , sedih bercampur menjadi satu. Namun untunglah ada Kim yang setia mendengar dan mau menghiburnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar