Minggu, 08 Juli 2012

--------


Siapa yg tidak ingin anaknya berprestasi? Orangtua mana yang tidak bangga jika anaknya mendapat penghargaan? Jawaban kedua pertanyaan tersebut sudah pasti orangtua manapun di dunia ini ingin sekali melihat anak mereka berprestasi dan pasti bangga akan hal itu.

Siapapun di dunia ini terutama seorang anak sudah pasti ingin sekali membahagiakan dan membanggakan orangtua mereka. Dan pertanyaan selanjutnya , sudahkan anda berprestasi dan membanggakan orangtua?

Jika belum, berarti sama halnya dengan aku. Saat usia berada diawal tombak kedewasaan maka pertanyaan yang sering dikatakan orangtua ku adalah “lihat anak sd saja sudah seperti itu, apa yg telah kauperbuat mana prestasimu?”

Saat pertanyaan itu terdengar olehku dan getaran emosi yg terselip dalam kalimat itu mulai memasuki telingaku , jantung ini berdegup lebih kencang dan mataku mulai meneteskan air mata. Jawabannya  “belum ayah” (hati kecilku yg menjawab)
Dan jauh di dalam hati ini bohong jika dikatakan tidak ada keinginan untuk bisa membanggakan mereka. Aku selalu berusaha namun usaha itu belum membuahkan hasil dan selama ini yang orangtua ku lihat hanya cerminan perilaku keseharianku di rumah. Jika saja aku mampu untuk berkata , membuka kedua lapisan bibir ini, dan mengungkapkan betapa aku selalu berusaha untuk menjadi yg terbaik dan itu semua hanya untuk mereka , orangtua ku yg senantiasa sabar dan menerima aku apa adanya. Namun lidah ini selalu kalut ketika aku berusaha untuk mengatakannya. Dan yang terjadi hanyalah aku yg kemudian memasuki kamar untuk menangis. Tangisan itu bukan tanpa arti tapi air mata nya itu adalah bentuk kekecewaan atas apa yang belum bisa aku berikan pada mereka.

Bisa dikatakan diriku di sekolah dan diriku yang ada di rumah berbeda, masih memiliki kesamaan tetapi jika di rumah aku lebih banyak menjadi pendengar dan kebanyakan pendapat ku ditolak mentah mentah oleh ayah, beliau sering sekali menanyakan banyak pertanyaan yg akhirnya tidak bisa kujawab, namun jika pertanyaan itu dikatakan oleh teman ku , aku sungguh mampu menjawab bahkan beradu argument dengan nya.

Ada satu hal yang kuyakini bahwa ayah tidak mengenalku sepenuhnya, sering kali pandangannya mengenai aku seperti apa aku atau ketika aku dimarahi karna sesuatu bukan lah diriku. Dan selalu saja perkataannya menyayat setiap sendi batin ku tak pernah perkataan itu tak pernah membuat diriku sakit hati. Jika saja ayah bisa bertanya pada teman teman ku seperti apa aku diliar sana, mungkin ayah akan kaget dan tidak percaya bahwa aku seperti itu.

Tapi ada hal lain yang aku yakini yaitu kemampuanku berbicara seperti yang teman teman ku ketahui yang setiap kalinya aku berkata mereka selalu mengagumi rangkaian kalimat yang aku ucapkan itu semua berasal dari ayah. Aku sering mengamati bahwa ayah ternyata memiliki sikap dan pandangan yang tegas terhadap orang orang disekitanya dan sama halnya dengan aku. Namun yang sungguh disayangkan ayah tidak mengerti betapa aku yang seperti ini itu berasal dari dirinya , berasal dari segala macam sifak, karakter, dan pola pikir.

ayah aku berjanji suatu hari nanti aku bisa berprestasi dan membuat bangga juga bahagia , aku hanya minta doa demi kelancaran semuanya :)

1 komentar: